Halloween party ideas 2015

Dalam rangka mempererat hubungan kalangan Pengusaha dengan Perbankan, Pengurus DPP APINDO Riau yang dipimpin oleh Ketua, Helfried Sitompul didampingi Sekretaris, Peri Akri beserta jajarannya melakukan kunjungan sekaligus silaturahmi dengan Pimpinan Bank Indonesia cabang Pekanbaru Hari Utomo didampingi Deputi dan Para Kepala Bidang.

Pada pertemuan ini Apindo Riau menyampaikan perkembangan dunia usaha dikaitkan dengan kegiatan/isu perbankan khususnya tingkat suku bunga, fluktuasi mata uang, OJK, kebijakan perbankan. Khusus tingkat suku bunga kredit Apindo menyatakan bahwa tingkat suku bunga kredit yang berlaku saat ini masih relatif tinggi sehingga sangat berpengaruh pada daya saing dan kelangsungan usaha, karena sebagian besar Pengusaha masih sangat terbebani. Oleh karenanya Bank Indonesia diminta untuk berperan aktif sebagai “mediator” kepada Dunia Perbankan untuk menurunkan tingkat suku bunga pada level yang lebih rendah.

Apindo mengklaim berdasarkan laporan keuangan perbankan tahun 2010 menunjukan margin perbankan yang tinggi sehingga tidak ada alasan bagi perbankan untuk tidak dapat menurunkannya, APINDO mengapresiasi positif langkah BI yang mewajibkan perbankan untuk mengumumkan tingkat dasar pemberian kredit (Base Landing Rate).

Sementara itu Pimpinan Bank Indonesia Hari Utomo mengatakan bahwa Bank Indonesia berperan sebagai regulator sedangkan penentuan tingkat suku bunga kredit ditentukan oleh masing-masing perbankan tetapi langkah Bank Indonesia menetapkan SBI 6,25% menunjukan keinginan adanya penurunan suku bunga karena tingkat SBI ini terendah yang pernah ada dalam sejarah perbankan Indonesia. Memang diakuinya Net Interest Margin perbankan di Indonesia tergolong tinggi dibandingkan di Negara lain.
Disamping itu, Helfried meminta agar Bank Indonesia selalu menjaga stabilitas mata uang rupiah, karena bagi kalangan dunia usaha hal ini sangat berpengaruh dalam perencanaan keuangan sehingga penguatan mata uang yang relatif tinggi akan mengganggu cashflow perusahaan yang dikhawatirkan dapat meningkatkan Non Performing Loan (NPL) dikalangan perbankan.

Pertemuan diakhiri dengan permintaan Apindo Riau agar pertemuan dunia usaha dengan Perbankan dapat difasilitasi Bank Indonesia secara reguler dan diharapkan banyak dihasilkan masukan-masukan yang bersifat konstruktif.

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.