Halloween party ideas 2015

DPN APINDO (Dewan Pengurus Nasional Asosisasi Pengusaha Indonesia) di bulan Mei kembali mengadakan acara rutin CEO/Owners Gathering 2011 berupa dialog khusus dengan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II sebagai bentuk pelayanan kepada para anggotanya. Dialog kali ini menghadirkan Bapak Menteri Keuangan RI Agus Martowardojo dengan tema Kebijakan Kementerian Keuangan Terkini yang diselenggarakan pada tanggal 27 Mei 2011. Acara tersebut juga menghadirkan Bapak Agung Kuswandono sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai Indonesia yang baru dilantik.

Acara dibuka dengan sambutan Bapak Sofyan Wanandi sebagai Ketua Umum yang menjelaskan dengan adanya acara ini dapat terjalin komunikasi yang baik antara pemerintah dengan pengusaha sebagai pelaku usaha industri nasional.

Selanjutnya Bapak Agung Kuswandono selaku DirJen Bea dan Cukai dalam sambutannya menjelaskan saat ini DItjen Bea dan Cukai sedang berupaya untuk meningkatkan kinerjanya dengan berkonsentrasi pada 4 pilar yaitu revenue collection, straight facilitator, Industrial assistant dan community protector yang mendukung komitmennya untuk menjaga industri nasional dari masuknya barang-barang illegal dari luar negeri dan hal-hal yang berkaitan dengan bea dan cukai.

Berbagai langkah pun diterapkan baik seperti konsolidasi internal untuk menguatkan komitmen Bea dan Cukai untuk menjauhi KKN dan menerapkan berbagai kebijakan terkait kemudahan dalam melakukan prosedur administratif dengan IT juga pelaksanaan sistem layanan National Single Window untuk menangani lalu lintas ekspor dan impor sehingga dapat meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

Sebagai nara sumber utama Bapak Menteri Keuangan RI Agus Martowardojo menyatakan saat ini kondisi perekonomian Indonesia sehat dengan defisit APBN selama 10 tahun terakhir berada di bawah 2% dan tahun 2011 ini APBN Indonesia masih sejalan dengan rencana defisit 1,8%. Yang menjadi tantangan utama untuk Indonesia adalah dengan harga minyak naik, kurs dollar menguat atau lifting tidak tercapai maka dapat berpengaruh terhadap APBN.

Di segi alokasi APBN prioritas Pemerintah untuk mendukung pendidikan tetap diupayakan, dengan adanya penambahan anggaran Pemerintah akan menyalurkan 20%-nya untuk sektor pendidikan.

Dalam hal penerimaan negara saat ini Pemerintah sedang berusaha meningkatkan penerimaan dalam hal fiskal yang berasal dari pajak dimana GDP Indonesia saat ini baru mencapai 12% yang masih jauh perbedaannya dengan negara maju seperti Amerika dan Uni Eropa. Jumlah wajib pajak Indonesia saat ini masih berada dalam prosentase 58,16% yang harus ditingkatkan dengan adanya kebijakan-kebijakan dalam pajak mengenai tax base dan juga tax ratio.

Acara berlanjut dengan diskusi mengenai masalah-masalah yang dialami pengusaha swasta khususnya yang berhubungan dengan kebijakan Kementerian Keuangan dan DitJen Bea dan Cukai.

Sebagai penutup Bapak Menteri Keuangan RI Agus Martowardojo mengungkapkan dengan adanya dialog tersebut masalah-masalah terkait dengan Kementerian Keuangan dapat dibicarakan dalam forum lebih lanjut sehingga penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan tepat dan efisien.

JAKARTA - Indonesia menjadi negara terbaik menurut para pengusaha dalam memulai usaha, hal itu berdasarkan hasil survei GlobeScan bekerja sama dengan Program on International Policy Attitudes di University of Maryland untuk BBC Extreme World Series. BBC Extreme World Series adalah sebuah acara yang meliput perbedaan-perbedaan dalam pelaksanaan berbagai aspek pembangunan di seluruh dunia.

"Hasil survei ini merupakan berita yang menggembirakan sekaligus mengejutkan karena hasil survei tersebut menempatkan Amerika Serikat, Kanada, India, dan Australia berada di bawah Indonesia," sebut Direktur Deregulasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indra Darmawan dalam rilisnya.

Menurut Indra, sebagai negara yang menghargai inovasi dan kreativitas, skor Indonesia mencapai 85 persen, atau di atas Amerika dan China (75 persen) ataupun India (67 persen) dan Brazil (54 persen).

Meskipun begitu, para responden di Indonesia (69 persen), China (76 persen), Filipina (76 persen), dan India (72 persen) menyatakan, masih terdapat kendala dalam memulai usaha. Angka ini di atas rata-rata global 67 persen.

Survei dilakukan terhadap 24.000 responden yang tersebar di 24 negara antara lain Australia, Brazil, Kanada, China, Mesir, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Meksiko, Nigeria, Pakistan, Rusia, Spanyol, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.

Responden ditanyakan empat pertanyaan, yakni apakah inovasi dalam berbisnis dihargai; apakah sulit untuk memulai usaha; apakah upaya para pebisnis yang memulai berusaha dihargai; serta apakah mudah melaksanakan ide-ide yang inovatif dalam hal berbisnis.

Adapun jawaban para responden yang dihitung secara indeks rata-rata dengan skala 1 sampai 4 menunjukkan, Indonesia berada di urutan nomor satu dengan indeks 2,81. Angka tersebut di atas rata-rata global 2,49. "Hasil survei tersebut mencerminkan persepsi di masyarakat kita bahwa iklim investasi Indonesia kini semakin kondusif. Kita harapkan semakin banyak masyarakat kita yang menjadi enterpreneur,” tegas Indra.

Diberdayakan oleh Blogger.